BANGKALAN – Alokasi anggaran untuk kegiatan jalan nonstrategis cukup besar. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini mencapai Rp 186 miliar. Itu untuk 466 kegiatan. Proyek tanpa melalui proses lelang tersebut bersumber dari APBD dan APBN. Sementara dari provinsi tidak dikucurkan, lantaran semua status jalan provinsi beralih menjadi jalan nasional.
Kabid Bina Marga Dinas PU dan Tata Ruang Yudistiro mengatakan, pagu anggaran proyek nonstrategis itu tersebar se-Kabupaten Bangkalan. Masing-masing kegiatan anggarannya beragam. Yang jelas, di bawah Rp 200 juta.
”Ya, tanpa melalui lelang. Semoga dengan anggaran itu setidaknya bisa memperbaiki jalan yang rusak,” katanya.
Dia mengungkapkan, proyek nonstrategis itu masih dalam tahap perencanaan. Jika tidak ada kendala, sekitar tiga minggu ke depan sudah selesai. Apalagi perencanaan itu tidak membutuhkan waktu lama. Sebab, pagu anggarannya tidak lebih dari Rp 200 juta. ”Pasti klir untuk proyek nonstrategis. Karena pagu anggarannya tidak besar,” ucapnya.
Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mendesak dinas terkait betul-betul serius mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Sebab, jika mengaca pada tahun sebelumnya, banyak kegiatan fisik yang tidak bertahan lama, terutama hotmix.
”Rekanan dan dinas harus memprioritaskan kualitas. Apalagi kegiatan ini tanpa lelang. Ini kansering luput dari pemantauan. Jadi, rentan dikerjakan tak maksimal,” katanya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, pihaknya tidak ingin kegiatan fisik tahun ini hanya seumur jagung. Selesai dikerjakan dua bulan, rusak. Oleh karena itu, pengawas internal dari eksekutif harus aktif melakukan survei ke lapangan. ”Semua proyek harus diperhatikan dan diawasi,” terangnya.
Dia mengungkapkan, proyek nonstrategis ini kerap kali luput dari pengawasan. Sebab, jarang diketahui titik lokasi pengerjaannya. Untuk itu, ke depan pihaknya berjanji akan konsisten melakukan pengawasan. Sebab, saat ini banyak jalan berlubang yang kondisinya sangat parah.
”Kegiatan jalan nonstrategis, setiap paket memang kecil anggarannya. Tapi jika diakumulasi, lebih besar dibanding kegiatan yang dilelang. Makanya, fungsi kami sebagai pengawas akan dimaksimalkan,” janjinya.
Sekadar diketahui, untuk kegiatan jalan strategis tahun ini dianggarkan Rp 87 miliar. Itu tersebar pada 18 titik. Rinciannya, untuk peningkatan jalan dan rehab jalan ada 9 titik dan jalan poros desa hampir 400 titik.
sumber : http://radarmadura.jawapos.com
BACA JUGA :

0 komentar:
Posting Komentar