Senin, 19 Desember 2016

PAD Pariwisata Minus Rp 15 Juta

PAD Pariwisata Minus Rp 15 Juta

Sumenep memiliki sejumlah destinasi wisata. Mulai dari wisata bahari, sejarah hingga religi. Namun, kekayaan alam tersebut belum menyokong banyak terhadap pendapatan. Terbukti, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata belum mencapai target.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Fathorrozi mengatakan, sejauh ini, PAD sektor pariwisata belum terpenuhi. Pendapatan terkumpul sekitar Rp 265 juta dari target Rp 280 juta.
Padahal, sekarang sudah memasuki pertengahan bulan di akhir tahun. Sementara ke depan, momen yang menyita banyak pengunjung wisata tinggal hitungan jari. ”Harapannya tinggal momen tahun baru,” katanya Sabtu (17/12).
Menurut Rozi, jika melihat destinasi wisata, target PAD tersebut sangat mudah terpenuhi. Apalagi, belakangan muncul destinasi wisata baru yang menjadi jujukan pengunjung. Namun, fakta di lapangan, pemerintah belum bisa memenuhi target tersebut.
Dia berharap, ada upaya konkret untuk mendukung pemenuhan target PAD sektor pariwisata. Bahkan, mulai tahun depan, target PAD pariwisata harus ditingkatkan. Sebab, pengelolaan wisata Pulau Gili Labak dan Pulau Gili Iyang akan dimulai. ”PAD pariwisata mendukung kemandirian keuangan pemerintah,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep Sufiyanto mengakui target PAD 2016 belum tercapai. Tapi, dia yakin bisa dicapai. Sebab, masih tersisa waktu untuk memenuhi. ”Kami yakin, hingga akhir tahun target PAD bisa kita capai,” katanya.
Mantan kabaghumas dan protokol setkab itu yakin wisatawan bakal semakin banyak pada akhir tahun. Terutama, menjelang pergantian tahun. Bahkan, jika PAD 2017 naik jadi Rp 322 juta juga bisa terpenuhi. Target itu diimbangi pengembangan dan pola pengelolaan baru.
Upaya konkret pemerintah dengan membentuk unit pelaksana teknis (UPT) Disbudparpora Kecamatan Dungkek dan Talango. Dua kecamatan ini akan fokus mengelola wisata kesehatan Pulau Gili Iyang dan wisata bahari di Pulau Gili Labak.
Upaya lain adalah menaikkan retribusi pengunjung. Selama ini, pengunjung hanya dibanderol Rp 2 ribu. Mulai tahun depan, tarif itu akan naik menjadi Rp 4 ribu. ”Perda yang mengatur tarif wisata juga harus direvisi,” tandasnya.
sember : http://radarmadura.jawapos.com

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PAD Pariwisata Minus Rp 15 Juta

0 komentar:

Posting Komentar