Melimpahnya populasi sapi di Bangkalan, tak membuat harga daging sapi rendah. Setiap tahun, harga daging sapi di Bangkalan hampir sama dengan harga sapi secara nasional. Yakni, mencapai Rp 150.000 per kilogram.
Padahal, sesuai data dinas pertanian dan peternakan (dispertanak), daging sapi di Kota Salak selalu surplus 1.000 ton tiap tahunnya. Tak hanya itu, Bangkalan diklaim memberi sumbangan swasembada daging secara nasional.
Rusmiati, 47, salah seorang pedagang di Pasar Kecamatan Kamal mengatakan, harga daging di pasar hampir selalu mengikuti harga nasional. ”Kalau di TV harganya naik, di sini juga ikut naik,” jelasnya.
Apalagi menurutnya, menjelang pergantian tahun baru dan natal. ”Sekarang harganya sudah Rp 150 ribu per kilogram. Jauh dari harga biasanya,” kata perempuan yang sudah bertahun-tahun menjual daging sapi tersebut.
Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Marlan, 51. Dia mengatakan, menjelang hari-hari besar, harga daging sapi selalu naik. ”Kalau harga normalnya sekitar Rp 90 ribu–Rp 100 ribu,” ungkapnya.
Kabid Bina Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangkalan Ilyas berjanji akan mengadakan operasi pasar untuk membuat harga daging tetap normal.
”Pertengahan Desember ini kami akan melakukan operasi pasar. Tinggal menunggu persetujuan dari atasan,” jelasnya.
Selain itu, Ilyas mengakui ada kemungkinan harga daging sapi masih akan naik di akhir tahun. ”Biasanya kenaikan terjadi di akhir bulan, apalagi sekarang dekat dengan natal dan tahun baru,” pungkasnya.
sumber : http://radarmadura.jawapos.com/read/2016/12/13/6104/-surplus-1000-ton-tiap-tahun-harga-daging-sapi-tetap-tinggi/2
BACA JUGA :

0 komentar:
Posting Komentar