Senin, 30 Januari 2017

Jembatan Penghubung Desa Putus

Jembatan Penghubung Desa Putus

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Rubaru, Sumenep dan sekitarnya membuat sebuah jembatan rusak. Jembatan di Desa Duko yang dibangun swadaya itu terputuh. Warga harus menjadi jalan alternatif lain.
Jembatan tersebut merupakan salah satu fasilitas yang dibangun masyarakat. Jembatan ini menghubungkan dengan Desa Basoka. Setelah rusak, direncanakan akan dibangun jembatan darurat.
Termasuk puluhan siswa yang harus melintas dengan menuruni sungai. ”Ini satu-satunya jalur alternatif. Setelah jemabtan putus, warga harus memutar jalan sekitar tiga kilometer. Ini perbatasan dua desa,” ungkap Fathor Rahman, 48, warga setempat.
Sekitar 50 siswa kesulitan melintas di sungai. Mereka harus turun dan menghindari material jembatan. Jika hujan, mereka harus diantar orang tuanya.
Sementara arus sungai cukup deras. Selain licin, dikhawatirkan terjadi banjir mendadak. Jembatan tersebut terakhir dibangun sekitar setahun. ”Kami berharap ada perhatian pemerintah, sehingga jembatan ini segera diperbaiki,” harapnya.
Jembatan dengan panjang sekitar sepuluh meter itu putus total. Sehingga tidak bisa dilalui pejalan kaki apalagi kendaraan bermotor. Warga dan anggota TNI melakukan evakuasi material jembatan Jumat (27/1). Mereka juga bekerja sama untuk mempersiapkan ada pembangunan jembatan darurat.
Kades Duko Moh. Munif memastikan jembatan putus akibat faktor alam. Pihaknya segera membangun jembatan darurat dari bambu. Setidaknya pejalan kaki bisa melintas dengan aman. Selanjutnya akan diupayakan untuk dibangun secara permanen.
Ambruknya jembatan tersebut direspons camat. Sejumlah petugas kecamatan memantau langsung ke lokasi. Jembatan tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan. ”Kami akan upayakan segera dibangun jembatan permanen,” kata Camat Rubaru Arif Susanto. 
sumber : http://radarmadura.jawapos.com/

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jembatan Penghubung Desa Putus

0 komentar:

Posting Komentar