Pemkab belum mampu memenuhi fasilitas penunjang pendidikan. Sampai saat ini perpustakaan kecamatan belum ada. Hal itu membuat pelajar dan mahasiswa kesulitan mendapatkan pinjaman buku referensi.
Abd. Aziz, 23, salah satu mahasiswa, mengatakan, ketersediaan perpustakaan di kecamatan penting sebagai penunjang pendidikan agar kualitas SDM meningkat. ”Saya kesulitan saat butuh buku untuk referensi. Mengandalkan buku yang ada di perpustakaan kampus tidak cukup. Sementara untuk datang ke perpustakaan daerah Sampang jaraknya jauh,” katanya.
Dia berharap, pemerintah menyediakan perpustakaan di kecamatan. Perpustakaan, sambung Aziz, sebaiknya tidak hanya ada di perkotaan. Hal itu agar kualitas pendidikan merata antara di perkotaan dengan di perdesaan. Dia berpendapat, ketidaktersediaan perpustakaan di desa membuat minat baca warga pelosok rendah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sampang Sudarmanta mengatakan, membangun perpustakaan di kecamatan membutuhkan anggaran besar. Sementara anggaran yang dimiliki pemkab terbatas. Menyiasati hal itu, pihaknya menerapkan skala prioritas dalam menjalankan kegiatan. ”Dengan anggaran yang minim, kami memilih meningkatkan fasilitas yang sudah ada,” katanya.
Untuk menjangkau perdesaan, Sudarmanta mengaku aktif mengoperasikan mobil perpustakaan keliling yang biasanya ditempatkan di taman kota, kecamatan, dan balai desa. ”Perpustakaan keliling mempunyai jadwal kunjungan ke semua kecamatan. Kami harap, masyarakat bisa memanfaatkan mobil perpustakaan keliling itu,” pintanya.
sumber : http://radarmadura.jawapos.com/
BACA JUGA :


0 komentar:
Posting Komentar