Bongkahan batu berserakan di salah satu bagian tempat wisata Guwa Pote Bangkalan. Batu-batu itu merupakan material tebing yang longsor di salah satu sisi danau biru. Longsor terjadi Sabtu pagi (21/1).
Setelah itu, tempat wisata di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu diberi garis pembatas. Itu dilakukan agar pegunjung tidak melintas di lokasi longsor. Sebab, biasanya di tempat kejadian perkara (TKP) itu sering dilintasi pengunjung untuk mengelilingi danau.
Mustofa selaku pemilik objek wisata Guwa Pote membantah telah terjadi longsor. Dia menegaskan, pihaknya sengaja menghancurkan tebing itu demi keamanan pengunjung. ”Tidak benar ada longsor,” terangnya Minggu (22/1).
Dia mengungkapkan, tebing itu memang terlihat kurang kuat. Setelah diuji, pekerja diperintahkan untuk meruntuhkan menggunakan alat berat. Pihaknya memilih malam hari karena tidak ada pengunjung. ”Waktu itu dikerjakan malam hari. Sekitar subuh, tebing bisa dihancurkan,” ucapnya.
Mustofa menyatakan, selama ini pihaknya memang sengaja mencari tebing-tebing yang dikira kurang kuat. Tebing-tebing itu kemudian diruntuhkan untuk keamanan dan keselamatan masyarakat.
Dia mengakui, di sekitar danau memang diberi garis pembatas untuk pengunjung. Pengunjung dilarang melintas pembatas demi keselamatan mereka. ”Ada petugas yang menjaga biar pengunjung tetap aman,” ucapnya.
Selain itu, Mustofa juga sudah berkoordinasi dengan Muspika Socah dan Polres Bangkalan. Bahwa, yang terjadi bukan longsor, melainkan tebing yang sengaja dihancurkan. ”Polisi juga dari sini barusan. Kami juga jelaskan kalau tebing itu sengaja dihancurkan,” pungkasnya.
sumber : http://radarmadura.jawapos.com/
BACA JUGA :


0 komentar:
Posting Komentar