Selasa, 06 Juni 2017

Hujan, Petani Tidak Bisa Produksi Garam

Hujan, Petani Tidak Bisa Produksi Garam

PAMEKASAN – Tahun ini para petani garam di Pamekasan terancam tidak bisa memproduksi garam dengan maksimal. Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan lahan pegaraman di Kota Gerbang Salam tidak bisa digarap. Mestinya, awal penggarapan tambak garam dimulai Mei.
Seperti yang terlihat di Desa Baddurih, Kecamatan Pademawu, Jumat (2/6). Salah satu daerah penghasil garam masih sepi dari aktivitas. Yang terlihat hanya peralatan produksi seperti kincir, mesin pompa air, dan terpal.
Rusdianto, 75, warga desa setempat mengatakan, penggarapan lahan garam sebenarnya telah berlangsung beberapa waktu lalu. Bahkan dia mengaku telah mulai bekerja sejak sekitar tiga minggu yang lalu. Sayangnya, pekerjaan tersebut harus dihentikan akibat hujan yang melanda Kabupaten Pamekasan.
Rusdianto mengungkapkan, proses produksi garam biasanya dilakukan sejak Mei hingga November. Kegiatan produksi garam bisa dilakukan apabila cuaca mendukung. ”Kalau masih hujan terus, kami nggak bisa buat garam, percuma. Daripada rugi, mending nggak usah buat garam,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, jika cuaca yang mendukung, dari empat hektare dapat menghasilkan sekitar 250 ton dalam satu musim. Hanya, sejak dua tahun belakangan, dia belum bisa memproduksi garam sebanyak itu. ”Sudah tiga tahun sama sekarang ini susah bikin garam. Mudah-mudahan nggak hujan teruslah,” pintanya.
Kepala Badan Pusat Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Amat Subekti mengungkapkan, bulan ini hujan masih akan terus mengguyur Kabupaten Pamekasan. Hanya, intensitas hujannya rendah. Meski begitu, iklim yang terjadi tahun ini termasuk normal. Tahun ini tidak dipengaruhi Lanina ataupun Elnino.
”Musim atau iklim tahun ini berjalan normal. Artinya tidak ada anomali cuaca yang terjadi,” singkatnya.
Sumber : http://radarmadura.jawapos.com

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Hujan, Petani Tidak Bisa Produksi Garam

0 komentar:

Posting Komentar