Sabtu, 03 Juni 2017

PAD Dinkes Bangkalan Kurang Rp 35 Miliar

PAD Dinkes Bangkalan Kurang Rp 35 Miliar

BANGKALAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dibebani target pendapatan asli daerah (PAD). Meski demikian, bukan berarti instansi tersebut bisa mengambil keuntungan besar dari masyarakat. Sebab, lembaga yang berkantor di Jalan Raya Burneh itu juga harus memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Tahun ini, dinkes ditarget bisa menyumbang PAD hingga Rp 37.063.702.398,86. Namun, realisasinya baru 4,7 persen, yakni Rp 1.755.464.419,52. Nominal itu terhitung dari Januari hingga Mei 2017. Jadi, kekurangan PAD untuk bisa mencapai target sebesar Rp 35.308.237.979,34.
Kepala Dinkes Bangkalan Muzakki menilai target PAD di lembaganya cukup tinggi. Pendapatan PAD itu bersumber dari jumlah pasien yang berobat di 22 puskesmas yang tersebar di Kota Salak.
Pasien yang berobat ke puskesmas terdiri dari pasien umum, surat pernyataan miskin (SPM), dan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. ”Kalau PAD dinkes hanya diperoleh dari puskesmas,” kata Muzakki Kamis (1/6).
Muzakki menyadari perolehan PAD di bidang kesehatan memang sulit. Yakni, hanya mengandalkan perolehan dari pengobatan pasien. Menurut dia, ujung tombak perolehan PAD di dinkes ada di masing-masing puskesmas.
Karena itu, capaian PAD sangat bergantung pada perolehan setiap puskesmas. Jika masyarakat yang berobat di 22 puskesmas hanya sedikit, sudah pasti PAD yang diperoleh kecil.
”Kami beda dengan instansi lain. PAD hanya target organisasi. Tapi mudah-mudahan masyarakat Bangkalan sehat,” harapnya.
Muzakki tidak bisa memastikan target PAD di lembaganya bisa terealisasi seratus persen atau tidak pada akhir tahun ini. ”Kami akan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” janjinya.
Sumber : http://radarmadura.jawapos.com

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : PAD Dinkes Bangkalan Kurang Rp 35 Miliar

0 komentar:

Posting Komentar