Selasa, 06 Juni 2017

Lupa Tutup Bensin, Toko Hangus Terbakar

Lupa Tutup Bensin, Toko Hangus Terbakar

SAMPANG – Nasib kurang baik menimpa pasangan suami istri (pasutri) Maskur, 48, dan Hosniyah, 39, warga Dusun Sumber Telor, Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Sampang, Minggu (4/6). Toko sembako milik mereka dilalap api. Beruntung kebakaran itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Hosniyah menuturkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30. Saat itu dia menuangkan bensin dari jeriken ke botol. Sebab, selain menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok, dia juga menjual bensin eceran. Nah, saat menuang bensin itulah, kompor di dapur menyala karena dia memasak air. Jarak antara dapur dengan botol berisi bensin kurang lebih lima meter.
Setelah terisi bensin, dia membawa botol-botol itu dan menaruhnya di tempat yang sudah disediakan di depan toko. Namun, dia lupa menarik selang kecil dari jeriken. Akibatnya, bensin terus keluar dan mengalir hingga ke dapur.
Dengan cepat api menyulut bensin. Api membesar dari dapur dan merembet ke ruang depan. Dia tidak berani masuk untuk memadamkan api dan menyelamatkan barang dagangan. Sebab, sejak kecil dia trauma jika melihat kobaran api. Akibatnya, seisi toko ludes terbakar. Mulai barang dagangan, TV, kulkas, dan sepeda ontel.
”Saya syok. Saya hanya bisa menangis dan teriak minta tolong kepada warga,” ucapnya. Usaha buka toko tersebut baru dia jalani. Belum satu tahun. Modal usaha didapat dari pinjaman keluarga dan teman. Saat ini dia kebingungan untuk membayar utang dan melanjutkan usaha.
Ditambah, bangunan toko yang terbakar banyak mengalami kerusakan di bagian atap dan gedung. Perlu biaya cukup besar untuk melakukan perbaikan. ”Kalau ada uang, kami perbaiki toko dulu. Untuk modal usaha kami harus pontang-panting cari pinjaman lagi,” tuturnya.
Mohdar, 46, tetangga korban mengatakan, pada saat kebakaran terjadi, dia dan warga berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Seperti ember, gayung, dan lain-lain. Api sangat sulit untuk bisa dipadamkan. ”Butuh waktu 30 menit, baru api mengecil dan padam,” katanya.
Dia berharap Pemkab Sampang memerhatikan kebakaran tersebut. Sebab selama ini kebakaran yang terjadi di wilayah utara jarang mendapat penanganan dari pemkab. Warga kesulitan melapor dan meminta bantuan pemadam kebakaran karena jarak tempuh yang jauh.
Plt Kepala Dinas Satpol PP Sampang Rudi Setiadi tidak menampik bantuan pemadam kebakaran belum bisa menjangkau wilayah utara. Sebab, selain jumlah armada terbatas, mobil pemadam kebakaran tidak bisa diandalkan. ”Tidak bisa ngebut sehingga lambat tiba di lokasi kebakaran,” ujarnya.
Dia berjanji akan mengupayakan pengadaan mobil kebakaran untuk ditempatkan di wilayah utara. ”Tahun ini sudah dianggarkan. Mobil pemadam kebakaran nanti akan ditempatkan di wilayah utara. Akan kami buatkan kantor sub unit pemadam kebakaran,” ujarnya. 
Sumber : http://radarmadura.jawapos.com

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Lupa Tutup Bensin, Toko Hangus Terbakar

0 komentar:

Posting Komentar