SAMPANG – Dana alokasi khusus (DAK) 2017 yang diberikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang cukup besar. Jumlah totalnya mencapai Rp 35.082.472.500. Namun, banyaknya anggaran tersebut belum mampu diserap. Ironisnya, serapan anggaran masih nol persen.
Hal itu mengindikasikan disdik tidak serius melakukan perencanaan untuk melaksanakan kegiatan yang bersumber dari DAK. Padahal, perencanaan bisa dimulai sejak Februari lalu. Namun, mendekati deadline, yaitu 30 Juni, disdik baru bergerak agar anggaran miliaran tersebut tidak hangus.
Apabila anggaran tersebut hangus lantaran terlambat membuat perencanaan, program kegiatan tidak bisa dijalankan. Selain itu, akan berdampak terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang menerima DAK. Yakni, DAK untuk tahun depan bisa dikepras.
Berdasarkan data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madura, DAK di Disdik Sampang berada di program SD dan SMP. Perinciannya, SD mendapat DAK Rp 25.689.162.500. Sementara SMP lebih rendah, yakni Rp 9.393.310.000 (selengkapnya lihat grafis).
Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Arief Budiansor mengakui ada batas waktu yang diatur pemerintah pusat. Menurut dia, per 30 Juni semua program kegiatan yang bersumber dari DAK harus terserap 75 persen.
”Bukan hanya satu kegiatan, tapi semua. Kami belum menyerap sama sekali. Mungkin kami bergerak dalam minggu kedua atau ketiga,” ucap Arief Minggu (4/6).
Dia beralasan, saat ini masih fokus perencanaan. Untuk sementara, DAK fisik yang didahulukan karena menguras banyak waktu. Dia mengklaim, DAK untuk SD hanya Rp 14 miliar. Namun dia mengaku tidak paham mengenai angka pastinya.
”Insya Allah untuk disdik sudah 100 persen siap menyerap apa yang menjadi target pemerintah pusat. Karena kalau telat dari 30 Juni, akan hangus,” tandasnya.
Dasar untuk bisa mengajukan dan menyerap DAK, yaitu harus menuntaskan perencanaan program kegiatan yang bakal dilakukan. Dia mengaku perencanaan sedang dilakukan dan tidak ada kendala berarti.
”Insya Allah lancar. Mungkin minggu-minggu ini akan segera kelar. Kami yakin tidak sampai 15 Juni selesai,” jelasnya.
Dia berjanji akan konsentrasi menuntaskan perencanaan. Dia mengklaim, menyusun perencanaan sangat menguras tenaga dan pikiran. Apalagi diberi target yang mewajibkan daerah menuntaskan semua.
”Kalau tidak, akan berdampak pada OPD lain. Pengaruhnya di akhir, bisa ada pemotongan DAK tahun depan,” ucapnya.
Setali tiga uang, Kabid Pembinaan SMP Disdik Sampang M. Jupri Riyadi menyatakan, DAK untuk SMP belum terserap. Saat ini masih berkutat pada perencanaan. Namun dia berjanji akan segera menuntaskan perencanaan tersebut.
”Kami sudah menyiapkan administrasinya. Insya Allah DAK SMP bisa terserap sebelum 30 Juni,” tegas dia.
Pihaknya mengaku perencanaan akan selesai. Dimungkinkan pada 10 Juni sudah mengajukan uang muka sebesar 40 persen. Selanjutnya tinggal pembuatan MoU antara disdik dengan sekolah. ”Kalau nonfisik belum ada program,” katanya.
Sumber : http://radarmadura.jawapos.com
BACA JUGA :

0 komentar:
Posting Komentar