Selasa, 06 Juni 2017

Pengusaha Batik Butuh Dukungan Pemkab

Pengusaha Batik Butuh Dukungan Pemkab

SAMPANG – Potensi industri batik di Sampang cukup besar. Namun, pengusaha harus berjuang sendiri untuk mengembangkan potensi produk lokal tersebut. Sebab, peran pemkab, terutama dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagprin), masih minim. Bahkan nyaris tidak ada.
Ironisnya, omzet penjualan batik menurun hingga 35 persen daripada 2016. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang. Mereka berharap pemkab, khususnya disperdagprin, mengambil langkah strategis.
Moh. Imron, 43, pedagang batik di Sampang, menilai, menurunnya permintaan batik salah satunya disebabkan minimnya sosialisasi dan dukungan pemkab. Mereka juga tidak dilibatkan dalam pergelaran pameran produk lokal dan batik khas Madura.
”Sebenarnya target kami itu di pameran. Tapi, yang ikut pameran tetap saja UKM yang itu-itu saja,” ungkapnya Minggu (4/5).
Menurut dia, meningkatnya industri batik tidak lepas dari sektor pemasaran. Namun, kenyataannya yang terjadi saat ini pemasaran batik mengalami kesulitan. Karena itu, dia mendesak dinas terkait juga memberikan solusi.
Disperdagprin dan diskop UMKM itu harus saling berkoordinasi. Dengan demikian, potensi produk lokal, terutama batik, bisa berkembang. ”Saya harap pemerintah bisa memberikan solusi agar usaha yang sudah kami jalani ini tidak selalu rugi,” ujarnya.
Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengklaim, selama ini pihaknya telah bersosialisasi kepada perajin dan pengusaha batik. ”Hanya, kegiatan itu dilakukan secara bertahap. Artinya, bergiliran,” sergahnya.
Sejauh ini, disperdagrin sudah berkoordinasi dengan Diskop dan UMKM Sampang untuk membantu memasarkan semua hasil produksi kerajinan lokal. Misalnya, batik, manik-manik, camilan, dan lainnya.
”Untuk bisa ikut acara festival dan pameran, syaratnya, para perajin atau pengusaha harus mengajukan proposal,” terangnya.
Wahyu menyadari selama ini kualitas batik tulis khas Sampang tidak bisa bersaing dengan batik tulis daerah lain. Hal tersebut dinilai menjadi kendala. ”Tapi, kami akan terus berupaya untuk tetap bisa memasarkannya,” janjinya.
Dia meminta para perajin batik tulis lebih meningkatkan kualitas hasil produksi. ”Kreativitas dan kualitas harus lebih ditingkatkan lagi. Dengan begitu, hasil produksi batik tulis Sampang akan lebih dikenal di daerah lain,” imbaunya.
Sumber : http://radarmadura.jawapos.com

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengusaha Batik Butuh Dukungan Pemkab

0 komentar:

Posting Komentar