Rabu, 07 Juni 2017

Tagih Janji Bupati Jadikan Kecamatan Waru Kota Kedua

Tagih Janji Bupati Jadikan Kecamatan Waru Kota Kedua

PAMEKASAN – Ada pembicaraan menarik dalam pertemuan Bupati Achmad Syafii dengan masyarakat Kecamatan Waru pada Rabu (31/5). Pada kegiatan Safari Ramadan tersebut, masyarakat menagih janji bupati dua periode itu. Yakni, akan menjadikan Waru sebagai kota kedua setelah Kota Pamekasan.
Berbagai pertanyaan dilontarkan masyarakat di wilayah utara Kota Gerbang Salam tersebut. Di antaranya seputar pembangunan, seperti pelebaran jalan, pembuatan saluran air, pembangunan fasilitas kesehatan, hingga pengadaan sarana keselamatan seperti mobil pemadam kebakaran (damkar).
Salah satunya disampaikan Safrai. Dia mengeluhkan luapan air ke jalan raya setiap hujan turun. Dia meminta Pemkab Pamekasan mengatasi masalah tersebut. Sebab, hal itu sangat mengganggu aktivitas warga. ”Kalau hujan agak deras saja, banyak ruas jalan di Kecamatan Waru yang tergenang,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Totok Hartono ditunjuk menjawab. Dia menjelaskan, telah menyiapkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan kabupaten di Kecamatan Waru. Dia berencana membangun jalan lingkar untuk menghindari kemacetan.
Namun, pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan secara bertahap, tidak bisa sekaligus. ”Sayangnya untuk pembangunan jalan lingkar belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab kami masih fokus pada pelebaran jalan dan tambal sulam jalan berlubang,” jelasnya saat dikonfirmasi ulang Senin (5/6).
Sementara itu, Bupati Syafii mengatakan, pengembangan Kecamatan Waru masih terus dalam proses. Dia menjelaskan, pengembangan wilayah tersebut pernah dibicarakan. Pemkab melibatkan camat, kepala desa, dan para sesepuh di Kecamatan Waru.
Pemerintah membentuk forum yang khusus membahas masalah pengembangan Kecamatan Waru. ”Di awal saya menjabat, kami sudah mengadakan forum yang membahas mengenai hal itu. Tapi forum itu sempat vakum dan beberapa waktu lalu kami mulai lagi,” jelas politikus Partai Demokrat tersebut.
Kemudian, dia juga mengungkapkan bahwa pembangunan suatu daerah tidak mudah. Selain membutuhkan dana, kualitas dan kesiapan masyarakat di wilayah tersebut menjadi faktor utama majunya suatu daerah. ”Kalau pemerintah membangun, minimal masyarakat harus bisa menjaga,” pungkas Syafii.
Sumber : http://radarmadura.jawapos.com

BACA JUGA :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tagih Janji Bupati Jadikan Kecamatan Waru Kota Kedua

0 komentar:

Posting Komentar